SEREKAT
DAGANG ISLAM
SEMANGAT
KEMANDIRIAN DAN KEMERDEKAAN
NEGERI DARI
SAMANHUDI
Akar kesadaran politik
rakyat dan bangsa pada masa modern di Indonesia dengan bangsanya SI (Syarikat
Islam) sebelum Perang Dunia I yang merupakan transformasi SDI (Syarikat Dagang
Islam). SDI lebih pantas dijadikan patokan hari kebangkitan nasional, bukan
Budi Utomo (BU).
Pertama mengenai waktu
kelahiran SDI yaitu jatuh pada tanggal 16 Oktober 1903. SDI sendiri terbentuk
pada tahun 1909, sedangkan BU lahir pada tanggal 20 Mei 1908. Jelaslah bahwa saat
itu SDI sudah memikirkan kepentingan rakyat Indonesia untuk melindungi para
pedagang dari para penjajah.
Kedua SDI
keorganisasiannya menyebar di seluruh nusantara yaitu (Jawa, Sumatera,
Kalimantan dan Sulawesi). Sedangkan BU hanya pada ruang lingkup bangsawan Jawa.
Ini menjelaskan bahwa SDI mementingkan persatuan rakyat Indonesia.
Ketiga keanggotan SI
terbuka untuk umum bagi masyarakat untuk ikut tergabung dalam perjuangan
melawan kolonialisme, tidak dibatasi teritorial yang terpenting adalah rasa
persatuan yang dibangun.
Tujuan SI adalah
memajukkan semangat dagang bangsa, membantu anggota – anggota yang mengalami
kesulitan dalam bidang usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat, memperbaiki
pendapat – pendapat yang keliru mengenai agama islam, hidup menurut perintah agama.
Dalam hal ini sebagai
bangsa yang menganut sistem ketuhanan sesuai apa yang terkandung dalam
Pancasila kita harus meniru semangat yang di lakukkan Samanhudi. Berawal dari
titik terkecil menjadi titik terbesar. Merangkul banyak pihak dan
menjadikkannya kekuatan untuk melawan hal yang buruk. Bersama membangun
perekonomian rakya sekaligus mengayomi mereka.
Semangat Samanhudi
sendiri sudah menyebar dikalangan banyak pihak. Terbukti pada program – program
substansial diantaranya NGO Filantropi Dompet Duafa, Muhammadiyah, NU, Kartini-
kartini baru Indonesia, Assosiasi Bisnis “Beli Indonesia”, Jaringan Sekolah
Islam Terpadu (2.393 sekolah berprestasi).
Semua ini membuktikkan
bahwa semangat Samahudi ada pada setiap diri anak bangsa. Bahwa semngat untuk
memajukkan bangsa, melawan ketidakadilan, menolong sesama, menjungjung derajat
yang masih rendah, membenarkan apa yang harus dibenarkan dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment