Friday, September 30, 2016

SEREKAT DAGANG ISLAM SEMANGAT KEMANDIRIAN DAN KEMERDEKAAN NEGERI DARI SAMANHUDI

SEREKAT DAGANG ISLAM
SEMANGAT KEMANDIRIAN DAN KEMERDEKAAN
NEGERI DARI SAMANHUDI



Akar kesadaran politik rakyat dan bangsa pada masa modern di Indonesia dengan bangsanya SI (Syarikat Islam) sebelum Perang Dunia I yang merupakan transformasi SDI (Syarikat Dagang Islam). SDI lebih pantas dijadikan patokan hari kebangkitan nasional, bukan Budi Utomo (BU).


Pertama mengenai waktu kelahiran SDI yaitu jatuh pada tanggal 16 Oktober 1903. SDI sendiri terbentuk pada tahun 1909, sedangkan BU lahir pada tanggal 20 Mei 1908. Jelaslah bahwa saat itu SDI sudah memikirkan kepentingan rakyat Indonesia untuk melindungi para pedagang dari para penjajah.


Kedua SDI keorganisasiannya menyebar di seluruh nusantara yaitu (Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi). Sedangkan BU hanya pada ruang lingkup bangsawan Jawa. Ini menjelaskan bahwa SDI mementingkan persatuan rakyat Indonesia.


Ketiga keanggotan SI terbuka untuk umum bagi masyarakat untuk ikut tergabung dalam perjuangan melawan kolonialisme, tidak dibatasi teritorial yang terpenting adalah rasa persatuan yang dibangun.


Tujuan SI adalah memajukkan semangat dagang bangsa, membantu anggota – anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat, memperbaiki pendapat – pendapat yang keliru mengenai  agama islam, hidup menurut perintah agama.


Dalam hal ini sebagai bangsa yang menganut sistem ketuhanan sesuai apa yang terkandung dalam Pancasila kita harus meniru semangat yang di lakukkan Samanhudi. Berawal dari titik terkecil menjadi titik terbesar. Merangkul banyak pihak dan menjadikkannya kekuatan untuk melawan hal yang buruk. Bersama membangun perekonomian rakya sekaligus mengayomi mereka.


Semangat Samanhudi sendiri sudah menyebar dikalangan banyak pihak. Terbukti pada program – program substansial diantaranya NGO Filantropi Dompet Duafa, Muhammadiyah, NU, Kartini- kartini baru Indonesia, Assosiasi Bisnis “Beli Indonesia”, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (2.393 sekolah berprestasi).


Semua ini membuktikkan bahwa semangat Samahudi ada pada setiap diri anak bangsa. Bahwa semngat untuk memajukkan bangsa, melawan ketidakadilan, menolong sesama, menjungjung derajat yang masih rendah, membenarkan apa yang harus dibenarkan dan lain-lain.


No comments:

Post a Comment