PERAN MAHASISWA
Oleh Hemas Diningrum
S1 Desain Komunikasi Visual 2016/2017
Apa itu
mahasiswa? Sebuah pertanyaan yang sederhana namun memiliki arti yang lebih dari
sederhana. Mahasiwa ialah mereka yang menuntut ilmu dan mempunyai identitas
diri. Yang mana ia terbangun dari sebagai insan yang religius, dinamis, sosial,
dan mandiri. Yang mana ia memiliki tanggungjawab yang amat besar bagi negeri.
Keberadaannya amat penting karena ia mampu membuat perubahan yang amat besar
bagi bangsa dan negera.
Lalu
apa perbedaanya antara mahasiswa dan siswa? Mahasiwa berpikir secara rasional.
Artinya, mahasiwa sudah mampu menghadapi dan memecahkan segala macam persoalan
secara logis. Kritis, mahasiswa tidak menerima hal begitu saja, namun ia akan
mempertanyakan sampai sejauh mana kredibilitas suatu hal. Mahasiswa
berorientasi pada masa depan. Mahasiswa mampu memikul tanggung jawab yang amat
berat dan ia sosok yang mandiri.
Sebagai
mahasiswa kita dituntuk untuk tidak diam. Kita harus peka terhadap lingkungan
sekitar. Pelajari dan mengamati terhadap kemaslahatan manusia. Mahasiwa harus
mencari jati dirinya yang sesungguhnya. Jati diri untuk menemukan hal-hal unik
yang bisa ia perankan nantinya. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi lebih dari
itu, untuk masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai
mahasiswa dimanapun ia berada, apapun prodi mereka, apapun cita-cita mereka
harusah mempunyai dampak untuk sekitanya. Maksudnya adalah mahasiwa tidak boleh
memperkecil cita-citanya. Misalnya, ia ingin menjadi seorang dokter, tentunya
ia tidak boleh berpikir bahwa dengan menjadi seorang dokter ia akan kaya, tapi
seharusnya ia berpikir bagaimana ia mampu membantu masyarakat dengan ilmu
kedokterannya.
Peran
mahasiswa sebagai agen perubahan, dalam arti mahasiswa tidak hanya menjadi
penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku perubahan itu sendiri.
Kita sebagai mahasiswa seharusnya berpikir untuk mengembalikkan dan mengubah
banyak hal. Perubahan yang dimaksud tentu perubahan yang positifdan tidak
menghilangkan jati diri kita sebgai mahasiswa dan bangsa Indonesia. Namun untuk
mengubah suatu negara, hal utama yang harus dirubah ialah diri sendiri.
Peran
mahasiswa sebagai kaderesasi kepemimpinan, dalam arti mahasiswa sebagai penerus
bangsa diharapkan memiliki kemampuan, keterampilan, dan akhlak yang mulia untuk
menjadi calon pemimpin yang siap pakai. Intinya mahasiswa adalah asset,
cadangan, dan harapan bangsa untuk masa depan.
Mahasiswa
sebagai sosial control, dalam arti mahasiswa berperan aktif ketika ada suatu
hal yang tidak beres di masyarakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak
terhadap kebusukkan terhadap birokrasi yang tidak benar. Kita sebagai mahasiswa
seharusnya menumbuhkan kepedulian kita kepada masyarakat karena kita adalah
bagian dari mereka.
Menjadi
mahasiswa bukan berarti kita hanya duduk mendengarkan dosen, mengejar nilai
yang fantastis supaya cumlaude. Tetapi mahasiswa harus lebih peka terhadap
sekitarnya, dimulai dari hal yang terkecil seperti tetangga rumah atau
kos-kosannya, akrab dengan pedagang, RT atau RW. Apa yang kita hasilkan tidak
harus sesuatu yang besar, kecil pun tak masalah karena bagi mereka sesuatu yang
kecil itu bisa berdampak besar bagi kehidupan mereka.
Jika
kita ingin sesuatu yang besar kita harus siap dengan resiko-resiko yang besar.
Demi siapa? Demi masyarakat, bangsa dan negara.
No comments:
Post a Comment