Saturday, September 24, 2016

PERAN MAHASISWA

PERAN MAHASISWA

Oleh Hemas Diningrum
S1 Desain Komunikasi Visual 2016/2017


                Apa itu mahasiswa? Sebuah pertanyaan yang sederhana namun memiliki arti yang lebih dari sederhana. Mahasiwa ialah mereka yang menuntut ilmu dan mempunyai identitas diri. Yang mana ia terbangun dari sebagai insan yang religius, dinamis, sosial, dan mandiri. Yang mana ia memiliki tanggungjawab yang amat besar bagi negeri. Keberadaannya amat penting karena ia mampu membuat perubahan yang amat besar bagi bangsa dan negera.

                Lalu apa perbedaanya antara mahasiswa dan siswa? Mahasiwa berpikir secara rasional. Artinya, mahasiwa sudah mampu menghadapi dan memecahkan segala macam persoalan secara logis. Kritis, mahasiswa tidak menerima hal begitu saja, namun ia akan mempertanyakan sampai sejauh mana kredibilitas suatu hal. Mahasiswa berorientasi pada masa depan. Mahasiswa mampu memikul tanggung jawab yang amat berat dan ia sosok yang mandiri.

                Sebagai mahasiswa kita dituntuk untuk tidak diam. Kita harus peka terhadap lingkungan sekitar. Pelajari dan mengamati terhadap kemaslahatan manusia. Mahasiwa harus mencari jati dirinya yang sesungguhnya. Jati diri untuk menemukan hal-hal unik yang bisa ia perankan nantinya. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi lebih dari itu, untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

                Sebagai mahasiswa dimanapun ia berada, apapun prodi mereka, apapun cita-cita mereka harusah mempunyai dampak untuk sekitanya. Maksudnya adalah mahasiwa tidak boleh memperkecil cita-citanya. Misalnya, ia ingin menjadi seorang dokter, tentunya ia tidak boleh berpikir bahwa dengan menjadi seorang dokter ia akan kaya, tapi seharusnya ia berpikir bagaimana ia mampu membantu masyarakat dengan ilmu kedokterannya.

                Peran mahasiswa sebagai agen perubahan, dalam arti mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku perubahan itu sendiri. Kita sebagai mahasiswa seharusnya berpikir untuk mengembalikkan dan mengubah banyak hal. Perubahan yang dimaksud tentu perubahan yang positifdan tidak menghilangkan jati diri kita sebgai mahasiswa dan bangsa Indonesia. Namun untuk mengubah suatu negara, hal utama yang harus dirubah ialah diri sendiri.

                Peran mahasiswa sebagai kaderesasi kepemimpinan, dalam arti mahasiswa sebagai penerus bangsa diharapkan memiliki kemampuan, keterampilan, dan akhlak yang mulia untuk menjadi calon pemimpin yang siap pakai. Intinya mahasiswa adalah asset, cadangan, dan harapan bangsa untuk masa depan.

                Mahasiswa sebagai sosial control, dalam arti mahasiswa berperan aktif ketika ada suatu hal yang tidak beres di masyarakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap kebusukkan terhadap birokrasi yang tidak benar. Kita sebagai mahasiswa seharusnya menumbuhkan kepedulian kita kepada masyarakat karena kita adalah bagian dari mereka.

                Menjadi mahasiswa bukan berarti kita hanya duduk mendengarkan dosen, mengejar nilai yang fantastis supaya cumlaude. Tetapi mahasiswa harus lebih peka terhadap sekitarnya, dimulai dari hal yang terkecil seperti tetangga rumah atau kos-kosannya, akrab dengan pedagang, RT atau RW. Apa yang kita hasilkan tidak harus sesuatu yang besar, kecil pun tak masalah karena bagi mereka sesuatu yang kecil itu bisa berdampak besar bagi kehidupan mereka.


                Jika kita ingin sesuatu yang besar kita harus siap dengan resiko-resiko yang besar. Demi siapa? Demi masyarakat, bangsa dan negara.

No comments:

Post a Comment